Suriah merupakan salah satu negara di Timur Tengah yang menyimpan kekayaan sejarah, budaya, dan kuliner yang luar biasa. Terletak di kawasan Levant, Suriah telah menjadi persimpangan berbagai peradaban besar selama ribuan tahun, mulai dari bangsa Romawi, Bizantium, Arab, hingga Ottoman. Jejak sejarah tersebut masih terlihat jelas melalui kota-kota kuno, bangunan bersejarah, pasar tradisional, serta tradisi masyarakatnya yang kaya.
Selain terkenal dengan situs bersejarahnya, Suriah juga memiliki daya tarik lain yang tidak kalah memukau, yaitu kuliner khas yang penuh cita rasa. Perpaduan rempah-rempah Timur Tengah, bahan segar, teknik memasak tradisional, dan resep turun-temurun menjadikan makanan Suriah memiliki karakter unik yang digemari banyak orang.

Bagi wisatawan yang mencari pengalaman perjalanan berbeda, Suriah menawarkan perpaduan antara perjalanan sejarah, keramahan masyarakat, pemandangan alam, dan petualangan rasa yang sulit dilupakan.
Destinasi Wisata Menarik di Suriah
Damaskus: Kota Tua dengan Pesona Abadi
Damaskus, ibu kota Suriah, adalah salah satu kota tertua di dunia yang terus dihuni tanpa henti, dengan sejarah yang membentang sejak milenium ketiga SM. Diakui sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO, kota ini memancarkan pesona abadi melalui perpaduan menakjubkan antara peradaban Romawi, Bizantium, dan Islam.
- Masjid Umayyah: Dibangun pada tahun 705 M oleh Khalifah Al-Walid I, masjid ini adalah salah satu bangunan paling klasik dan penting dalam dunia Islam. Dulunya, lokasi ini adalah Kuil Jupiter Romawi dan Katedral Santo Yohanes Pembaptis.
- Souq Al-Hamidiyah: Pasar tradisional legendaris yang membentang menuju Masjid Umayyah. Di sini, pengunjung dapat menemukan aroma rempah-rempah yang khas, kerajinan tangan lokal, tekstil, dan arsitektur bersejarah.
- Benteng Damaskus (Citadel of Damaskus): Benteng besar bergaya abad pertengahan yang terletak di sudut barat laut Kota Tua.
- Gerbang-gerbang Kuno: Kota ini dikelilingi oleh tembok kota tua yang memiliki beberapa gerbang bersejarah, termasuk Bab Sharqi (Gerbang Timur) yang berasal dari era Romawi.

Benteng Aleppo: Simbol Sejarah Suriah
Benteng Aleppo (Qal’at Halab) adalah istana berbenteng abad pertengahan terbesar di dunia yang menjadi simbol ketangguhan sejarah dan identitas nasional Suriah. Berdiri kokoh di atas bukit buatan di pusat kota tua Aleppo, situs warisan dunia UNESCO ini telah menyaksikan bangkit dan runtuhnya berbagai peradaban besar selama ribuan tahun.
Karakteristik Utama Benteng
- Lokasi Strategis: Berada tepat di jantung kota kuno Aleppo, Suriah utara.
- Struktur Pertahanan: Dikelilingi parit sedalam 20 meter dan lebar 30 meter dengan dinding batu miring.
- Arsitektur Utama: Mayoritas bangunan megah yang berdiri saat ini merupakan peninggalan era Dinasti Ayyubid abad ke-12.
Garis Waktu Peradaban
- Masa Kuno: Digunakan oleh bangsa Aram, Asyur, Yunani, Romawi, hingga Bizantium.
- Era Kejayaan Islam: Dikembangkan pesat oleh Dinasti Ayyubid (terutama di bawah kepemimpinan al-Zahir al-Ghazi, putra Saladin) serta dilanjutkan oleh Dinasti Mamluk.
- Era Modern: Sempat dikuasai Kesultanan Utsmaniyah (Ottoman) sebelum akhirnya menjadi monumen nasional Suriah.

Palmyra: Menyusuri Kota Kuno Era Romawi
Palmyra adalah kota kuno legendaris di gurun Suriah yang memadukan keindahan arsitektur Yunani-Romawi dengan pengaruh budaya Persia. Dijuluki sebagai “Mutiara Gurun”, situs ini terletak di timur laut Damaskus dan pernah menjadi pusat perdagangan Jalur Sutra yang sangat makmur. Kota ini menjadi saksi bisu pertemuan peradaban besar ribuan tahun lalu.
Sejarah Kota Karavan
- Pusat Transit Jalur Sutra: Menjadi titik temu pedagang dari China, India, Persia, dan Kekaisaran Romawi.
- Di Bawah Kendali Romawi: Menjadi kota bawahan Romawi sejak tahun 19 M dengan nama Palmyra, menggantikan nama kunonya, Tadmor.
- Masa Kejayaan: Mendapatkan status kota “merdeka” di bawah Kaisar Hadrian pada 129 M dan menjadi koloni penuh pada 231 M.
- Kekaisaran Palmyra: Sempat memisahkan diri dari Rome di bawah pimpinan Ratu Zenobia yang terkenal, menguasai wilayah dari Turki hingga Mesir.
Struktur Arsitektur Ikonis
- Gerbang Agung (Great Colonnade): Deretan kolom megah di sepanjang jalan utama kota.
- Teater Romawi: Gedung pertunjukan klasik peninggalan era Romawi yang masih berdiri kokoh.
- Kuil Bel (Temple of Bel): Kuil kuno megah yang memadukan gaya arsitektur Timur dan Yunani-Romawi.
- Makam Menara: Kompleks pemakaman unik berbentuk menara tinggi khas budaya lokal Palmyra.

Pesisir Latakia: Sisi Santai Suriah
Pesisir Latakia adalah pusat wisata pantai utama di Suriah yang menawarkan sisi santai, sekuler, dan dinamis, sangat berbeda dari atmosfer historis kota Damaskus. Dikenal sebagai “Syrian Riviera”, kawasan yang menghadap Laut Mediterania ini menggabungkan keindahan alam pantai, kehidupan malam yang hidup, kuliner laut segar, hingga situs sejarah peradaban kuno.
- Côte d’Azur (Shati al-Azraq / Blue Beach): Kawasan resor paling terkenal di Suriah dengan pasir putih dan air laut yang jernih. Di sini terdapat Blue Beach Hotel, resor bintang 4 yang memfasilitasi aktivitas olahraga air seperti jet ski.
- Afamia Hotel Resort: Terletak dekat pusat kota Latakia, Afamia Hotel Resort merupakan akomodasi bintang 5 yang terkenal dengan pantai privatnya yang bersih, pasir kuning yang lembut, dan pemandangan matahari terbit yang memukau.
- Wadi Qandil & Ras al-Bassit: Terletak agak jauh ke utara, area ini menawarkan lanskap unik di mana tebing dan perbukitan hijau bertemu langsung dengan air laut Mediterania yang biru pirus. Cocok untuk pelancong yang mencari ketenangan.

Kuliner Yang Terkenal Di Suriah
Kibbeh: Hidangan Ikonik Suriah
- Latakia adalah kota pelabuhan terbesar di Suriah yang menawarkan pesona unik kawasan Mediterania. Dikenal sebagai “Riviera Suriah”, wilayah ini menyajikan suasana pesisir yang santai, pantai berpasir, resor tepi laut, serta situs sejarah kuno seperti reruntuhan Ugarit.

Fatteh: Sarapan Tradisional yang Mengenyangkan
- Fatteh adalah hidangan tradisional Timur Tengah yang menggabungkan lapisan potongan roti pita renyah, kacang arab (chickpeas) hangat, dan siraman saus yogurt bawang putih yang lembut. Disajikan dengan taburan kacang pinus dan rempah, hidangan ini sangat mengenyangkan dan kaya rasa untuk memulai hari Anda.

Shawarma Suriah
- Shawarma Suriah adalah hidangan daging panggang vertikal khas Timur Tengah yang sangat populer sebagai makanan jalanan. Terbuat dari irisan tipis daging (ayam atau sapi) yang dimarinasi dengan rempah-rempah, dipanggang di tiang putar, lalu disajikan dengan cara dibungkus dalam roti tipis (seperti pita atau lavash) bersama sayuran dan saus.

Manakish: Roti Panggang Khas Levant
- Manakish (atau manakeesh) adalah roti pipih tradisional khas Levant (Lebanon, Suriah, Yordania, dan Palestina) yang mirip dengan pizza. Adonan rotinya diberi topping rempah za’atar dan minyak zaitun, lalu dipanggang hingga harum. Hidangan ini populer sebagai menu sarapan atau camilan yang disantap hangat.

Baklava Suriah: Hidangan Manis Legendaris
- Baklava Suriah adalah hidangan penutup legendaris berbahan dasar filo pastry tipis yang dilapisi mentega dan ditumpuk dengan cincangan kacang (seperti pistachio atau kenari). Ciri khas utamanya terletak pada siraman sirup gula bercampur aroma bunga jeruk atau mawar yang memberikan keseimbangan rasa manis legit.

Tips Traveling ke Suriah
1. Dokumen Masuk dan Logistik Perjalanan
- Wajib Visa Resmi: WNI harus memiliki visa dari Pemerintah Suriah sebelum kedatangan, yang biasanya diurus melalui agensi tur lokal terakreditasi.
- Jalur Darat Beirut: Mayoritas wisatawan masuk menggunakan mobil atau taksi dari Beirut, Lebanon, dengan waktu tempuh sekitar 3–4 jam termasuk pemeriksaan perbatasan.
- Wajib Pemandu Lokal: Anda sangat disarankan (dan sering kali diwajibkan) menggunakan biro perjalanan resmi demi keamanan di pos pemeriksaan militer.
2. Sistem Keuangan dan Pembayaran
- Hanya Uang Tunai: Kartu kredit dan debit internasional (Visa/Mastercard) tidak berfungsi di Suriah karena sanksi ekonomi global.
- Bawa Dolar atau Euro: Anda wajib membawa uang tunai fisik USD atau EUR dalam kondisi mulus, bersih, dan tidak robek.
- Penukaran Resmi: Uang asing tersebut nantinya harus ditukarkan ke mata uang lokal (Pound Suriah/Lira) di lokasi penukaran resmi pemerintah.
3. Aturan Keamanan dan Kebiasaan Lokal
- Larangan Foto Militer: Jangan pernah memotret atau merekam pos pemeriksaan, gedung pemerintah, dan tentara karena bisa memicu penahanan.
- Pakaian Konservatif: Gunakan pakaian sopan yang tertutup, serta siapkan kerudung bagi wanita saat mengunjungi situs keagamaan.
- Proteksi Ekstra: Gunakan aplikasi transportasi lokal seperti Yalago dan wajib memiliki asuransi perjalanan khusus zona berisiko tinggi (high-risk area).
Kesimpulan
Suriah merupakan destinasi yang menawarkan pengalaman perjalanan penuh warna. Dari kota tua Damaskus, benteng bersejarah Aleppo, hingga reruntuhan Palmyra, negara ini menghadirkan perjalanan melintasi ribuan tahun sejarah manusia.
Tidak hanya kaya akan warisan budaya, Suriah juga memiliki kuliner yang menggambarkan identitas masyarakatnya. Hidangan seperti kibbeh, shawarma, hummus, manakish, dan baklava menunjukkan bagaimana makanan menjadi bagian penting dari kehidupan dan tradisi.
Dengan perpaduan sejarah, keramahan masyarakat, dan cita rasa kuliner yang khas, Suriah menjadi salah satu destinasi Timur Tengah yang memiliki daya tarik unik bagi para pencinta perjalanan dan petualangan budaya.