Serbia mungkin belum sepopuler negara-negara Eropa Barat sebagai destinasi wisata, namun justru di situlah letak pesonanya. Negara yang berada di kawasan Balkan ini menyimpan sejuta kejutan mulai dari kota-kota bersejarah yang megah, alam yang masih sangat alami, hingga ragam kuliner autentik yang kaya rempah dan cita rasa. Serbia adalah perpaduan sempurna antara keindahan Eropa Timur dan keramahan masyarakatnya yang membuat siapa pun merasa seperti di rumah sendiri.
Dengan keindahan alam, sejarah yang kaya, dan kuliner yang memanjakan lidah, Serbia adalah destinasi yang wajib masuk dalam bucket list traveler Indonesia yang ingin merasakan Eropa dari sisi berbeda—lebih autentik, lebih murah, dan tentu saja lebih berkesan.

Destinasi Terbaik di Serbia
Belgrade – Kota yang Tak Pernah Tidur
Beograd, ibu kota Serbia, memang dikenal sebagai “Kota yang Tak Pernah Tidur” (atau kadangkala disebut “Kota yang Menolak Tidur”) karena kehidupan malamnya yang legendaris dan dinamis. Julukan ini terutama berasal dari budaya klub malamnya yang unik dan berlangsung sepanjang tahun, berbeda dengan banyak kota Eropa lainnya.
- Kehidupan Malam yang Bersemangat: Beograd memiliki reputasi global untuk kehidupan malamnya yang semarak dan berlangsung hingga dini hari, terutama di berbagai klub yang terletak di sepanjang sungai Sava dan Danube (dikenal sebagai splavovi atau perahu klub terapung).
- Aktivitas 24 Jam: Banyak kafe, bar, restoran, dan toko roti di kota ini buka hingga larut malam, bahkan 24 jam, membuat jalanan dan area publik tetap hidup dan ramai setiap saat.
- Budaya Kafe: Budaya kafe adalah bagian penting dari kehidupan sosial di Beograd, di mana orang-orang menghabiskan waktu berjam-jam untuk bersosialisasi, minum kopi, atau makan, baik siang maupun malam.
- Energi yang Dinamis: Kota ini memiliki perpaduan antara sejarah kuno dan modernitas, dengan suasana metropolis yang dinamis dan penduduk yang tampaknya selalu siap untuk bersenang-senang dan bersosialisasi, mencerminkan semangat kota yang tahan banting.

Novi Sad – Kota Seni dan Festival
Novi Sad dikenal sebagai “Kota Seni dan Festival” karena warisan budayanya Royaltoto yang kaya, suasana multikultural yang dinamis, dan perannya sebagai tuan rumah bagi berbagai acara seni dan musik internasional yang signifikan. Kota ini secara resmi diakui sebagai European Capital of Culture (Ibu Kota Budaya Eropa) pada tahun 2022 dan European Youth Capital (Ibu Kota Pemuda Eropa) pada tahun 2019, yang semakin memperkuat identitasnya ini.
- Pusat Budaya dan Sejarah: Novi Sad, kota terbesar kedua di Serbia, memiliki sejarah panjang sebagai pusat perdagangan dan budaya penting selama era Habsburg, yang berkontribusi pada keragaman etnis dan budayanya. Kota ini adalah rumah bagi institusi budaya tertua di Serbia, seperti Teater Nasional Serbia, yang didirikan pada tahun 1861.
- Destinasi Festival Utama: Kota ini menyelenggarakan lebih dari 200 acara besar setiap tahunnya. Festival yang paling terkenal termasuk:
- EXIT Festival
- Festival Musisi Jalanan
- Novi Sad Jazz Festival
- Cinema City
- Kaleidoscope of Culture
- Inisiatif Seni Modern: Novi Sad juga dikenal karena seni jalanannya yang semarak, mural berskala besar, dan pusat-pusat seni modern, seperti Distrik Kreatif dan Paviliun Nasional untuk Seni Media Baru.
- Pengakuan Internasional: Penunjukan sebagai Ibu Kota Budaya Eropa 2022 oleh Uni Eropa adalah bukti nyata komitmen kota ini terhadap pengembangan dan promosi sektor kreatifnya, yang didukung dengan mengalokasikan 6% dari anggarannya untuk sektor ini.

Nis – Kota Bersejarah Tua Penuh Kisah
Niš, kota terbesar ketiga di Serbia, memang layak disebut sebagai “Kota Bersejarah Tua Penuh Kisah” karena sejarahnya yang panjang, bermula sejak zaman Romawi, dan posisinya yang strategis sebagai gerbang antara Timur dan Barat di Balkan.
- Tempat Kelahiran Kaisar Romawi Penting: Niš adalah tempat kelahiran Konstantin Agung (Constantine the Great), Kaisar Romawi pertama yang melegalkan agama Kristen di Kekaisaran Romawi melalui Dekrit Milan pada tahun 313 Masehi.
- Persimpangan Budaya dan Peradaban: Kota ini telah menjadi rumah bagi berbagai peradaban, termasuk Romawi, Bizantium, dan Ottoman. Reruntuhan dan bangunan bersejarah dari periode-periode ini dapat ditemukan di seluruh kota, menceritakan kisah-kisah masa lalu yang berlapis.
- Benteng Niš yang Megah: Benteng Niš, yang berdiri kokoh di tepi Sungai Nišava, adalah salah satu benteng era Ottoman yang paling terawat di Serbia. Dibangun pada awal abad ke-18 di atas sisa-sisa fondasi Romawi, Bizantium, dan abad pertengahan, benteng ini menjadi saksi bisu berbagai konflik dan perubahan kekuasaan.
- Skull Tower (Menara Tengkorak): Salah satu monumen paling unik dan suram di Niš adalah Ćele Kula atau Menara Tengkorak. Menara ini dibangun oleh Ottoman setelah pertempuran sengit pada tahun 1809, menggunakan tengkorak para pejuang Serbia yang gugur. Monumen ini menjadi simbol perlawanan dan perjuangan kemerdekaan Serbia.
- Gerbang antara Eropa dan Asia: Secara geografis, Niš dianggap sebagai “gerbang” yang menghubungkan Eropa Tengah dengan Timur Tengah dan Asia, menjadikannya pusat perdagangan dan militer yang penting selama berabad-abad.

Zlatibor & Tara National Park – Surga Pecinta Alam
Zlatibor dan Taman Nasional Tara di Serbia Barat adalah surga yang nyata bagi para pecinta alam dan petualang, terkenal dengan lanskap pegunungan yang memukau, hutan belantara yang belum terjamah, dan beragam aktivitas luar ruangan.
- Keindahan Alam yang Belum Terjamah: Tara National Park, khususnya, dikenal karena alamnya yang masih asli dan dilindungi, dengan tiga perempat areanya ditutupi oleh hutan lebat, ngarai dalam, dan puncak-puncak gunung.
- Pemandangan Spektakuler: Kawasan ini menawarkan banyak sudut pandang (viewpoint) menakjubkan. Banjska Stena di Taman Nasional Tara sering disebut sebagai titik pandang terindah di Serbia, menawarkan panorama Ngarai Sungai Drina yang menawan.
- Keanekaragaman Hayati: Taman nasional ini adalah rumah bagi berbagai spesies mamalia, termasuk berang-berang dan beruang cokelat, menjadikannya tempat yang menarik bagi para pengamat satwa liar.

Novi Pazar – Campuran Budaya Eropa & Timur Tengah
Novi Pazar adalah sebuah kota di Serbia yang terkenal dengan perpaduan budaya Eropa dan Timur Tengah, sebuah warisan dari dominasi Kesultanan Utsmaniyah yang berlangsung lama di wilayah tersebut. Kota ini adalah pusat dari wilayah Sandžak, yang secara historis memiliki populasi Muslim dan Kristen Ortodoks yang signifikan, menciptakan keragaman etnis dan agama yang kaya.
- Pengaruh Utsmaniyah: Selama berabad-abad di bawah kekuasaan Utsmaniyah, Novi Pazar memiliki populasi Muslim yang dominan dan warisan arsitektur dan budaya Islam yang kuat. Masjid-masjid, hamam (pemandian), dan bazaar oriental masih ada hingga saat ini.
- Warisan Serbia: Sebagai bagian dari Serbia, Novi Pazar juga memiliki akar sejarah yang dalam dengan Kerajaan Serbia pada Abad Pertengahan. Wilayah ini, dekat dengan Stari Ras (Ibu Kota Serbia abad pertengahan), memiliki beberapa biara Ortodoks Serbia yang bersejarah.
- Sanjak: Kota ini adalah pusat dari Sanjak Novi Pazar, sebuah wilayah penting secara geopolitik dalam sejarah Utsmaniyah yang mencakup bagian dari Serbia dan Montenegro.
Tempat-tempat Bersejarah yang Wajib Dikunjungi
- Masjid Altun-Alem: Terkenal dengan arsitekturnya yang indah, masjid ini adalah contoh penting dari arsitektur Islam di wilayah tersebut.
- Gereja Rasul Suci Petrus dan Paulus: Salah satu gereja Ortodoks tertua di Serbia, mencerminkan akar sejarah Kristen di daerah tersebut.
- Stari Ras dan Biara Sopoćani: Di dekat Novi Pazar terdapat Stari Ras, ibu kota Kerajaan Serbia abad pertengahan dan Situs Warisan Dunia UNESCO, bersama dengan Biara Sopoćani yang terkenal.

Wisata Kuliner Wajib Serbia
Cevapi – Hidangan Ikonik Serbia
- Cevapi adalah hidangan panggang berisi daging giling yang populer di seluruh Balkan dan dianggap sebagai hidangan nasional di Serbia dan Bosnia-Herzegovina. Terbuat dari campuran daging sapi dan domba, cevapi dibentuk seperti sosis tanpa kulit dan dimasak di atas panggangan. Hidangan ini telah menjadi bagian penting dari budaya kuliner Serbia selama berabad-abad.

Pljeskavica – Burger Khas Balkan
- Pljeskavica adalah “burger” daging cincang khas Balkan yang terbuat dari campuran daging (umumnya sapi dan babi) yang dibumbui dan dipanggang. Hidangan ini dapat disajikan di atas piring dengan lauk seperti bawang, kajmak (krim susu kental), atau ajvar (saus cabai merah) dan urnebes (salad keju pedas), atau dibungkus dalam roti pipih seperti lepinja.

Sarma – Kubis Gulung yang Lezat
- “Sarma” dapat merujuk pada beberapa hal, termasuk hidangan tradisional Timur Tengah dan Eropa Timur yang terbuat dari sayuran yang digulung dengan isian, nama keluarga, nama pemberian, atau bahkan sebuah kata yang berarti “gulungan” dalam bahasa Turki. Konteks penggunaan akan menentukan arti mana yang dimaksud, tetapi paling sering merujuk pada hidangan makanan atau nama keluarga.

Gibanica – Pastry Keju Favorit Warga Lokal
- Gibanica adalah pastri tradisional Balkan yang lezat, yang paling dikenal sebagai pai keju Serbia. Pastri ini memiliki tekstur berlapis yang renyah dan isian keju yang gurih. Gibanica sering dinikmati saat sarapan atau sebagai hidangan pendamping.

Prebranac – Kacang Panggang Tradisional
- Prebranac adalah hidangan klasik khas Balkan, khususnya Serbia, Bosnia, dan Makedonia, yang berupa kacang putih panggang dengan bawang karamel. Hidangan yang lezat dan mengenyangkan ini sangat populer dan sering disajikan sebagai lauk atau hidangan utama, serta pilihan umum saat puasa karena bahannya yang nabati.

Rakija – Minuman Tradisional Serbia
- Rakija adalah minuman beralkohol tradisional yang sangat populer dan dianggap sebagai minuman nasional di Serbia, serta di seluruh wilayah Balkan. Minuman ini memiliki peran penting dalam budaya, tradisi, dan kehidupan sehari-hari masyarakat Serbia.

Tips Traveling ke Serbia
- Waktu terbaik untuk berkunjung: Waktu terbaik untuk mengunjungi Serbia adalah sekitar Paskah. Jika Anda ingin mendaki, akhir musim panas adalah waktu yang ideal karena puncak-puncak yang lebih tinggi lebih mudah diakses.
- Siapkan bukti dana: Anda mungkin perlu menunjukkan bukti dana sebesar €50 per hari selama Anda menginap, yang dapat ditunjukkan dengan uang tunai atau laporan rekening bank.
- Mata uang: Mata uang resmi Serbia adalah dinar Serbia (RSD).
- Koneksi internet: Wi-Fi di Serbia umumnya cukup baik dan andal, terutama di kota-kota besar seperti Beograd dan Novi Sad. Sebagian besar kafe juga menyediakan Wi-Fi gratis.
- Bus: Bus adalah moda transportasi umum yang paling banyak digunakan. Jaringannya luas dan menjangkau hampir setiap kota dan desa. Harga tiketnya juga terjangkau.
- Kereta: Jaringan kereta api menghubungkan ibu kota Beograd dengan kota-kota utama lainnya. Ada juga rute yang menghubungkan Serbia dengan negara-negara tetangga.
- Hindari menunjuk: Sangat tidak sopan jika menunjuk seseorang dengan jari. Gunakan cara lain untuk mengarahkan perhatian pada seseorang.
- Tradisi: Salah satu tradisi yang paling umum adalah Slava, sebuah perayaan untuk menghormati santo pelindung keluarga.
- Makanan: Jangan lewatkan hidangan nasional seperti sarma, gibanica, pljeskavica, dan ćevapi. Masakan Serbia umumnya padat, beragam, dan pedas.
Kesimpulan
Serbia adalah destinasi yang menawarkan pengalaman berbeda dari kebanyakan negara Eropa. Keindahan alamnya yang masih alami, kota-kota bersejarah yang memesona, serta kehidupan budaya yang hangat menjadikan perjalanan ke negara ini terasa sangat autentik. Ditambah lagi, kulinernya yang kaya rasa mulai dari daging panggang khas Balkan, sup tradisional, hingga roti dan kue manis memberikan sensasi gastronomi yang sulit dilupakan.
Menjelajahi Serbia bukan hanya perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan rasa, sejarah, dan pengalaman yang membekas. Negeri Balkan ini adalah permata tersembunyi yang layak mendapat perhatian lebih dari wisatawan dunia dan mungkin, destinasi berikutnya untuk Anda jelajahi.