
Brunei Darussalam, sebuah negara kecil yang terletak di utara Pulau Kalimantan, sering kali luput dari perhatian wisatawan karena kalah populer dibandingkan dengan negara tetangganya seperti Malaysia, Singapura, atau Thailand. Namun, siapa sangka di balik ukurannya yang mungil, Brunei menyimpan sejuta pesona yang mampu memikat hati para pelancong. Julukan “The Abode of Peace” atau “Negeri Damai” benar-benar terasa ketika Anda menapakkan kaki di sana — suasana tenang, masyarakat yang ramah, serta keindahan budaya Islam yang begitu kental membuat Brunei berbeda dari destinasi lain di Asia Tenggara. Tak hanya menawarkan arsitektur megah seperti Masjid Sultan Omar Ali Saifuddien dengan kubah emasnya yang ikonik, atau Istana Nurul Iman yang menjadi salah satu istana terbesar di dunia, Brunei juga memiliki keindahan alam tropis yang masih terjaga. Ulu Temburong National Park, misalnya, menghadirkan petualangan di tengah hutan hujan tropis yang masih perawan dengan ribuan jenis flora dan fauna.
Selain wisata budaya dan alam, Brunei juga terkenal dengan kekayaan kuliner autentik yang memanjakan lidah. Dari makanan tradisional seperti Ambuyat yang unik, Nasi Katok yang sederhana namun legendaris, hingga Soto Brunei yang hangat, setiap hidangan membawa cerita tentang kehidupan masyarakatnya. Bahkan jajanan khas kuih-muih yang manis dan teh tarik yang nikmat menambah kesan hangat bagi siapa pun yang berkunjung.

Destinasi Traveling Populer di Brunei Darussalam
Masjid Sultan Omar Ali Saifuddien
Masjid Sultan Omar Ali Saifuddien adalah sebuah masjid kerajaan yang terletak di Bandar Seri Begawan, ibu kota Brunei Darussalam. Masjid ini dikenal sebagai salah satu masjid terindah di Asia Pasifik dan menjadi daya tarik wisata utama di Brunei. Dibangun pada tahun 1958, masjid ini merupakan perpaduan indah antara arsitektur Mughal dan gaya Italia, dengan kubah emas yang megah dan menara marmer yang menjulang tinggi.
- Lokasi: Terletak di tepi laguna buatan di dekat Sungai Brunei, memberikan pemandangan yang indah.
- Arsitektur: Perpaduan gaya Mughal dan Italia, dengan kubah emas, menara marmer, dan penggunaan material impor seperti marmer Italia, granit Shanghai, dan kristal Inggris.
- Nilai Sejarah dan Agama: Masjid ini dibangun sebagai simbol kemegahan Islam dan kebanggaan nasional Brunei, serta menjadi pusat kegiatan keagamaan dan sosial.
- Daya Tarik Wisata: Masjid ini menjadi salah satu ikon Brunei dan menarik banyak wisatawan dari seluruh dunia untuk mengagumi keindahan arsitekturnya.
- Fasilitas: Selain area sholat, masjid juga memiliki taman yang indah, jembatan, dan replika kapal kerajaan di laguna, menambah keindahan kompleks masjid.
Secara keseluruhan, Masjid Sultan Omar Ali Saifuddin bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga sebuah mahakarya arsitektur yang merepresentasikan kekayaan budaya dan sejarah Brunei.

Kampong Ayer – “Venice of the East”
Kampong Ayer adalah desa air terbesar di dunia yang terletak di jantung kota Bandar Seri Begawan, ibu kota Brunei Darussalam. Dijuluki “Venesia dari Timur” karena keunikan permukiman di atas air yang terdiri dari rumah-rumah panggung yang terhubung oleh jalan setapak kayu sepanjang 30 kilometer, serta berbagai fasilitas umum seperti sekolah, masjid, kantor polisi, dan stasiun pemadam kebakaran.
- Permukiman Terbesar di Atas Air: Kampong Ayer adalah pemukiman terbesar di dunia yang dibangun di atas air, menurut BIMP-EAGA.
- Desa-desa di Atas Air: Terdiri dari sekitar 30 desa yang terhubung oleh jalan setapak kayu.
- Fasilitas Lengkap: Kampong Ayer memiliki berbagai fasilitas umum seperti sekolah, masjid, kantor polisi, stasiun pemadam kebakaran, dan layanan utilitas modern.
- Sejarah Panjang: Diperkirakan sudah ada sejak masa pemerintahan Sultan Muhammad Shah (1363–1402).
- Pusat Ekonomi: Dulunya merupakan pusat perdagangan dan ekonomi penting bagi Kesultanan Brunei, menurut Wikipedia.
- Potensi Pariwisata: Saat ini menjadi daya tarik wisata utama di Brunei, menawarkan pengalaman unik melihat kehidupan di desa air.
- Akses Mudah: Dapat diakses dengan taksi air dari tepi sungai di Bandar Seri Begawan.

Istana Nurul Iman
Istana Nurul Iman adalah kediaman resmi Sultan Brunei, Hassanal Bolkiah, dan juga pusat pemerintahan negara tersebut. Istana ini terletak di tepi Sungai Brunei, beberapa kilometer barat daya Bandar Seri Begawan, ibu kota Brunei. Selain menjadi tempat tinggal keluarga kerajaan, Istana Nurul Iman juga menjadi tempat diselenggarakannya acara-acara kenegaraan dan acara kerajaan lainnya.
- Kediaman Resmi dan Pusat Pemerintahan
Istana ini berfungsi ganda sebagai tempat tinggal Sultan dan keluarganya serta sebagai pusat pemerintahan Brunei. - Arsitektur
Istana ini menggabungkan elemen arsitektur Islam tradisional dengan gaya modern, dengan kubah emas dan atap melengkung yang khas. - Fasilitas Mewah
Istana ini memiliki fasilitas yang sangat lengkap, termasuk masjid, ruang perjamuan, kolam renang, helipad, dan garasi bawah tanah yang luas untuk menampung koleksi mobil mewah Sultan. - Ukuran
Istana Nurul Iman dinobatkan sebagai kediaman kerajaan terbesar di dunia, dengan luas lantai mencapai 200.000 meter persegi. - Pentingnya dalam Budaya
Istana ini bukan hanya simbol kekayaan dan kekuasaan, tetapi juga menjadi bagian penting dari warisan budaya Brunei. - Akses Terbatas
Meskipun merupakan kediaman kerajaan, Istana Nurul Iman tidak terbuka untuk umum, kecuali pada saat perayaan Hari Raya Idul Fitri. - Pembangunan
Istana ini selesai dibangun pada tahun 1984, setelah dua tahun proses pembangunan.

Ulu Temburong National Park
Taman Nasional Ulu Temburong adalah taman nasional pertama di Brunei, yang didirikan pada tahun 1991 dan terletak di Distrik Temburong. Taman ini dikenal sebagai “Permata Hijau Brunei” karena keindahan hutan hujannya yang masih alami dan beragam flora dan fauna. Taman ini hanya dapat diakses dengan perahu, dan menawarkan berbagai kegiatan seperti trekking, canopy walk, dan river safari.
- Lokasi: Distrik Temburong, Brunei.
- Status: Taman nasional pertama Brunei, dilindungi sejak 1991.
- Luas: Mencakup sekitar 550 km² (210 sq mi) hutan hujan.
- Akses: Hanya dapat diakses dengan perahu.
- Atraksi Utama:
Canopy Walk: Jembatan gantung yang memungkinkan pengunjung melihat pemandangan hutan dari ketinggian.
River Safari: Perjalanan menyusuri sungai dengan perahu panjang untuk menikmati keindahan alam sekitar.
Trekking: Jalur-jalur hutan yang memungkinkan pengunjung untuk menjelajahi taman. - Konservasi: Merupakan pusat penelitian ilmiah dan upaya konservasi.
- Pengalaman: Pengunjung dapat merasakan keindahan hutan hujan tropis yang murni, keanekaragaman hayati, dan budaya lokal masyarakat Iban.

Wisata Kuliner Khas Brunei Darussalam
Ambuyat
Ambuyat adalah makanan khas Brunei yang terbuat dari sagu yang dicampur air panas. Mirip dengan papeda dari Papua, ambuyat memiliki tekstur lengket dan bening. Cara makannya unik, menggunakan “candas” (semacam sumpit khusus) untuk menggulung dan mencelupkannya ke dalam saus asam pedas yang disebut “cacah”.

Nasi Katok
Nasi katok adalah makanan khas Brunei Darussalam yang sederhana namun populer. Makanan ini terdiri dari nasi putih, ayam goreng (biasanya satu potong), dan sambal, seringkali dibungkus kertas atau dalam kotak kecil.
- Asal Usul Nama: Nama “katok” berasal dari cara orang zaman dahulu memesan makanan ini. Karena penjual sering berjualan di malam hari, pembeli harus “mengetuk” pintu rumah penjual untuk memesan nasi katok, yang dalam bahasa Inggris berarti “knock”.
- Isi Nasi Katok: Nasi katok biasanya berisi nasi putih, ayam goreng tepung, dan sambal. Sambal yang digunakan bisa bervariasi, ada yang pedas dan ada juga yang tidak.
- Popularitas: Nasi katok sangat populer di Brunei, bahkan disebut sebagai “makanan sejuta umat” karena harganya yang terjangkau dan mudah ditemukan di berbagai tempat, mulai dari warung pinggir jalan hingga restoran.
- Berasal dari Brunei: Nasi katok adalah makanan khas Brunei Darussalam, dan menjadi bagian dari budaya kuliner negara tersebut.

Soto Brunei
Soto Brunei adalah salah satu hidangan khas Brunei Darussalam, sebuah negara di Asia Tenggara yang terkenal dengan kekayaan alam dan budayanya. Soto Brunei, sebagaimana soto pada umumnya, adalah sup yang kaya rempah dan berisi berbagai macam isian, namun memiliki ciri khas tersendiri yang membuatnya unik.

Kuih-Muih Tradisional
Kuih-muih tradisional Brunei Darussalam adalah berbagai macam kue yang merupakan bagian dari warisan budaya dan kuliner Brunei. Beberapa contohnya termasuk kuih celurut, kuih cincin, kuih calak, pulut panggang, kuih jelurut, kuih penyaram, dan kuih lapis. Kuih-muih ini sering disajikan dalam acara tradisional dan memiliki ciri khas tersendiri, baik dari segi bentuk, rasa, maupun bahan-bahan yang digunakan.
- Kuih Celurut: Terbuat dari tepung beras, gula merah, santan, dan garam, dibungkus dengan daun kelapa muda.
- Kuih Cincin: Dikenal juga sebagai “kuih loyang”, kue kering berbentuk cincin yang digoreng dan memiliki rasa manis.
- Kuih Calak: Kue yang terbuat dari adonan tepung beras, santan, dan gula, kemudian dibungkus dengan daun pisang dan dikukus.
- Pulut Panggang: Ketan yang dibungkus dengan daun pisang dan dipanggang, sering diisi dengan parutan kelapa dan gula merah.
- Kuih Jelurut: Ketan yang dibungkus dengan daun pisang dan dipanggang, sering diisi dengan parutan kelapa dan gula merah.
- Kuih Jelurut: Mirip dengan kuih celurut, namun ada beberapa variasi dalam pembuatannya.
- Kuih Penyaram: Kue tradisional yang terbuat dari tepung beras, gula merah, dan santan, lalu digoreng hingga berwarna kecoklatan.
- Kuih Lapis: Kue berlapis yang terbuat dari tepung beras, santan, dan gula, seringkali diberi pewarna makanan untuk memberikan warna-warni yang menarik.
- Kelupis: Ketan yang dibungkus dengan daun kelapa dan dikukus, seringkali disajikan dengan serundeng.

Teh Tarik
Teh tarik adalah minuman teh susu panas khas Asia Tenggara, terutama populer di Malaysia, Singapura, dan Indonesia. Minuman ini dibuat dengan cara menuangkan campuran teh hitam dan susu kental manis berulang kali antara dua wadah, menciptakan busa di permukaannya.

Tips Traveling ke Brunei Darussalam
- Pakaian Sopan: Brunei adalah negara dengan budaya Islam yang kuat, jadi kenakan pakaian yang sopan terutama saat mengunjungi masjid.
- Transportasi: Taksi dan water taxi adalah pilihan populer, namun menyewa mobil juga bisa lebih fleksibel.
- Bahasa: Bahasa Melayu adalah bahasa resmi, tetapi bahasa Inggris digunakan secara luas.
- Kuliner Halal: Hampir semua makanan di Brunei adalah halal, sehingga wisatawan Muslim bisa berwisata kuliner dengan nyaman.
- Waktu Terbaik Berkunjung: Musim kemarau antara Januari – Mei adalah waktu terbaik untuk menjelajah kota dan alam Brunei.
Kesimpulan
Brunei Darussalam mungkin bukan destinasi wisata yang pertama kali terlintas dalam pikiran banyak orang ketika merencanakan perjalanan ke Asia Tenggara. Namun justru itulah yang membuatnya istimewa. Negeri kecil yang damai ini menawarkan pengalaman berbeda: ketenangan spiritual, kekayaan budaya Islam, arsitektur megah, keindahan alam tropis, hingga kuliner autentik yang sulit ditemukan di tempat lain. Berwisata ke Brunei berarti Anda tidak hanya sekadar berjalan-jalan, tetapi juga belajar memahami kehidupan masyarakat yang religius, sederhana, namun tetap modern. Dari menelusuri keindahan Masjid Sultan Omar Ali Saifuddien, menyusuri hutan lebat Ulu Temburong, hingga mencicipi Ambuyat dan Nasi Katok, setiap momen menghadirkan cerita unik yang layak dibawa pulang.