
Myanmar, dikenal juga sebagai Negeri Pagoda Emas, menjadi salah satu destinasi wisata Asia Tenggara yang semakin dilirik para pelancong dunia. Selain memiliki panorama alam yang memukau dan peninggalan budaya yang kaya, Myanmar juga menawarkan keunikan kuliner yang tak kalah menggoda lidah. Bagi Anda yang sedang merencanakan perjalanan, traveling dan wisata kuliner di Myanmar bisa menjadi pengalaman tak terlupakan.

Destinasi Traveling Populer di Myanmar
Yangon – Kota Modern dengan Sentuhan Tradisi
Yangon juga dikenal sebagai Rangoon, adalah ibu kota Wilayah Yangon dan kota terbesar Myanmar (juga dikenal sebagai Burma). Yangon menjabat sebagai ibu kota Myanmar hingga 2006, ketika pemerintah militer memindahkan fungsi-fungsi administratif ke ibu kota Naypyidaw yang dibangun khusus di Myanmar tengah utara. Dengan lebih dari 7 juta orang, Yangon adalah kota terpadat di Myanmar dan pusat komersial terpentingnya. Yangon membanggakan jumlah bangunan era kolonial terbesar di Asia Tenggara, dan memiliki inti perkotaan era kolonial unik yang sangat utuh. Inti komersial era kolonial berpusat di sekitar Pagoda Sule, yang konon berusia lebih dari 2.000 tahun. Kota ini juga merupakan rumah bagi Pagoda Shwedagon berlapis emas, pagoda Buddha paling suci di Myanmar.

Bagan – Negeri Seribu Pagoda
Bagan, yang juga dikenal sebagai Negeri Seribu Pagoda, adalah sebuah kota di Myanmar yang terkenal dengan banyaknya pagoda dan kuil Buddha yang tersebar di wilayah tersebut. Kota ini dulunya merupakan ibukota Kerajaan Pagan dan menjadi pusat spiritual dan budaya yang penting sejak abad ke-9.
Sejarah:
- Bagan adalah situs arkeologi yang kaya dengan sejarah, pernah menjadi ibukota Kerajaan Pagan dari abad ke-9 hingga ke-13. Pada masa kejayaannya, diperkirakan terdapat sekitar 10.000 kuil yang dibangun di sekitar kota.
Ribuan Pagoda:
- Julukan “Negeri Seribu Pagoda” diberikan karena banyaknya pagoda dan kuil yang terdapat di Bagan. Meskipun tidak semuanya masih berdiri, lebih dari 2.200 pagoda dan kuil masih dapat ditemukan hingga saat ini.
Aktivitas Wisata:
- Selain menjelajahi pagoda, pengunjung juga dapat menikmati pemandangan matahari terbit atau terbenam yang menakjubkan dari atas balon udara, mengunjungi kuil-kuil yang berbeda, dan menikmati keindahan alam sekitar sungai Irrawaddy.
Situs Warisan Dunia UNESCO:
- Pada tahun 2019, kawasan arkeologi Bagan dinobatkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO untuk melindungi dan melestarikan kuil-kuil Buddha bersejarah tersebut.

Mandalay – Pusat Budaya dan Kerajaan Kuno
Mandalay adalah kota terbesar kedua di Myanmar , setelah Yangon . Kota ini terletak di tepi timur Sungai Irrawaddy , 631 km (392 mil) di utara Yangon. Pada tahun 2014, kota ini berpenduduk 1.225.553 jiwa. Mandalay didirikan pada tahun 1857 oleh Raja Mindon , menggantikan Amarapura sebagai ibu kota kerajaan baru Dinasti Konbaung . Mandalay merupakan ibu kota kerajaan terakhir Burma sebelum dianeksasi oleh Kerajaan Inggris pada tahun 1885. Di bawah kekuasaan Inggris, Mandalay tetap penting secara komersial dan budaya meskipun Yangon, ibu kota baru Burma, bangkit. Kota ini mengalami kerusakan parah selama penaklukan Jepang atas Burma dalam Perang Dunia II . Pada tahun 1948, Mandalay menjadi bagian dari Uni Burma yang baru merdeka. Saat ini, Mandalay merupakan pusat ekonomi Myanmar Hulu dan dianggap sebagai pusat kebudayaan Burma. Masuknya imigran Tionghoa ilegal yang terus-menerus , sebagian besar dari Yunnan , sejak akhir abad ke-20, telah mengubah susunan etnis kota dan meningkatkan perdagangan dengan Tiongkok.

Inle Lake – Desa Apung dan Nelayan Unik
Inle Lake di Myanmar terkenal dengan desa-desa terapungnya dan nelayan unik yang mendayung dengan satu kaki. Desa-desa ini dibangun di atas air dengan rumah-rumah panggung, dan masyarakatnya, yang disebut Intha, memanfaatkan danau untuk pertanian dan perikanan. Nelayan Inle terkenal dengan teknik mendayung dengan satu kaki sambil menyeimbangkan diri di perahu, sebuah pemandangan yang menarik bagi wisatawan.
Desa Terapung:
- Masyarakat Intha membangun rumah panggung di atas danau, menciptakan desa-desa terapung yang unik.
Kebun Terapung:
- Mereka juga mengembangkan kebun terapung di atas danau untuk bercocok tanam.
Nelayan Unik:
- Nelayan Inle menggunakan teknik mendayung dengan satu kaki dan memegang jaring kerucut untuk menangkap ikan, sebuah tradisi yang masih dilestarikan, meskipun beberapa nelayan juga menggunakan metode modern.
Cagar Biosfer:
- Danau Inle ditetapkan sebagai Cagar Biosfer oleh UNESCO, menunjukkan pentingnya ekosistem dan budaya di sana.

Ngapali Beach – Surga Tropis yang Tenang
Pantai Ngapali, yang terletak di Myanmar, adalah sebuah surga tropis yang tenang dan indah. Pantai ini terkenal dengan pasir putihnya yang lembut, air laut biru kehijauan yang jernih, dan suasana yang tenang serta jauh dari keramaian. Pantai ini sering disebut sebagai destinasi wisata pantai terbaik di Myanmar dan menjadi tempat yang ideal untuk bersantai, menikmati keindahan alam, dan menyaksikan matahari terbenam yang memukau.
Keindahan Alam yang Alami:
- Pantai Ngapali menawarkan pemandangan alam yang masih alami, dengan pasir putih yang bersih, air laut yang jernih, dan udara yang segar.
Suasana yang Tenang:
- Berbeda dengan pantai-pantai lain yang ramai, Ngapali Beach dikenal dengan suasana yang tenang dan damai, menjadikannya tempat yang sempurna untuk bersantai dan melepaskan diri dari hiruk pikuk kehidupan sehari-hari.
Aktivitas Menarik:
- Meskipun tenang, Ngapali Beach juga menawarkan berbagai aktivitas menarik seperti snorkeling, menyelam, berlayar, dan menjelajahi desa-desa nelayan tradisional di sekitarnya.
Pemandangan Matahari Terbenam yang Spektakuler:
- Matahari terbenam di Ngapali Beach adalah pemandangan yang tidak boleh dilewatkan. Warna-warni langit yang indah saat matahari tenggelam akan menjadi pengalaman yang tak terlupakan.
Kuliner Lokal:
- Jangan lewatkan kesempatan untuk mencicipi hidangan laut segar dan masakan lokal Myanmar di restoran atau warung makan di sekitar pantai.

Wisata Kuliner Myanmar yang Wajib Dicoba
Mohinga – Sup Ikan Nasional Myanmar
- Mohinga adalah sup ikan yang terbuat dari mi beras, biasanya disajikan sebagai sarapan pagi yang mengenyangkan. Hidangan ini memiliki kaldu kaya rasa yang dibumbui dengan serai, kunyit, dan saus ikan, sering kali dihiasi dengan telur rebus, daun ketumbar, dan gorengan renyah. Mohinga tersedia di sebagian besar wilayah negara ini, dijual oleh pedagang kaki lima dan kios pinggir jalan di kota-kota besar. Mohinga secara tradisional dimakan untuk sarapan , tetapi saat ini dimakan kapan saja. Telur, bawang, atau rempah-rempah dapat ditambahkan ke dalam hidangan ini.

Shan Noodles – Mi Khas Suku Shan
- Mie Shan atau Shan Noodles adalah hidangan mie khas suku Shan di Myanmar. Hidangan ini biasanya terdiri dari mie beras tipis dan pipih, disajikan dengan kuah bening yang kaya rasa, daging (ayam atau babi), dan acar sayuran. Mie Shan juga bisa disajikan kering, dengan mi yang dilumuri saus kaya dan harum.

Tea Leaf Salad (Lahpet Thoke)
- Lahpet Thoke, atau salad daun teh Burma, adalah hidangan tradisional Myanmar yang populer dan unik. Salad ini terdiri dari daun teh yang difermentasi, yang memberikan rasa khas asam dan sedikit pahit, dicampur dengan berbagai bahan lain seperti kacang-kacangan, biji wijen, bawang putih goreng, tomat, kol, dan cabai.

Burmese Curry
- Kari Burma, atau yang juga dikenal sebagai kari Myanmar, adalah berbagai hidangan dalam masakan Burma yang terdiri dari daging atau sayuran yang direbus atau ditumis dalam dasar kari aromatik. Kari Burma berbeda dari kari Asia Tenggara lainnya karena seringkali menggunakan rempah-rempah kering selain herba segar dan aromatik, dan cenderung lebih ringan.

Mont Lone Yay Paw
- Mont Lone Yay Paw adalah makanan penutup tradisional Myanmar yang biasanya dikaitkan dengan perayaan Tahun Baru Myanmar, atau Festival Thingyan. Secara harfiah, namanya berarti “bola-bola camilan yang mengapung di air”. Makanan ini berupa bola-bola nasi ketan yang diisi dengan gula aren dan ditaburi kelapa parut.

Tips Traveling dan Wisata Kuliner di Myanmar
- Gunakan pakaian sopan saat mengunjungi pagoda dan kuil.
- Siapkan uang tunai karena mesin ATM belum tersebar merata di pedesaan.
- Coba street food untuk merasakan cita rasa asli kuliner Myanmar.
- Hindari musim hujan (Mei–Oktober) agar perjalanan lebih nyaman.
- Gunakan transportasi lokal seperti becak atau perahu untuk pengalaman autentik.
Kesimpulan
Traveling dan wisata kuliner di Myanmar memberikan pengalaman yang unik sekaligus berkesan. Negeri Pagoda Emas ini tidak hanya memanjakan mata dengan panorama ribuan pagoda, danau indah, serta pantai tropis yang menenangkan, tetapi juga menggugah selera lewat kuliner khas seperti Mohinga, Shan Noodles, hingga Tea Leaf Salad. Dengan memadukan keindahan alam, kekayaan budaya, dan cita rasa kuliner yang autentik, Myanmar menjadi destinasi yang layak masuk daftar perjalanan Anda berikutnya di Asia Tenggara.