Mesir merupakan salah satu destinasi wisata paling populer di dunia yang menawarkan perpaduan unik antara sejarah peradaban kuno dan kekayaan budaya Timur Tengah. Negara yang dikenal sebagai negeri para firaun ini memiliki beragam daya tarik, mulai dari Piramida Giza, Sungai Nil, hingga kota bersejarah Luxor, yang selalu memikat wisatawan dari berbagai negara. Tak hanya itu, wisata Mesir juga semakin lengkap dengan kuliner khas Mesir yang autentik dan kaya cita rasa.
Bagi wisatawan yang mencari pengalaman liburan berbeda, traveling ke Mesir menghadirkan petualangan sejarah sekaligus eksplorasi rasa. Dari hidangan legendaris seperti koshari hingga minuman tradisional karkadeh, setiap perjalanan ke Mesir menawarkan cerita dan pengalaman yang tak terlupakan.

Destinasi Wisata Favorit di Mesir
Piramida Giza dan Sphinx
Piramida Giza dan Sphinx Agung Giza adalah dua monumen paling ikonik dari peradaban Mesir kuno yang terletak di Nekropolis Giza, dekat Kairo. Keduanya dibangun selama Dinasti Keempat Kerajaan Lama dan berfungsi sebagai makam kerajaan serta monumen peringatan yang monumental.
Piramida Giza
- Piramida Agung (Khufu): Piramida tertua dan terbesar di Giza, serta satu-satunya dari Tujuh Keajaiban Dunia Kuno yang masih bertahan. Dibangun untuk Firaun Khufu sekitar 2589–2566 SM.
- Piramida Khafre:Â Piramida terbesar kedua, dibangun untuk putra Khufu, Firaun Khafre.
- Piramida Menkaure:Â Piramida terkecil dari ketiganya, dibangun untuk Firaun Menkaure, cucu Khufu.
Sphinx Agung Giza
- Deskripsi: Patung kolosal ini menggambarkan makhluk mitologis dengan tubuh singa dan kepala manusia, yang secara luas diyakini sebagai potret Firaun Khafre.
- Tujuan: Meskipun tujuan pastinya masih diperdebatkan, teori yang paling umum menyatakan bahwa Sphinx berfungsi sebagai penjaga atau pelindung kompleks pemakaman Firaun Khafre dan piramida di dekatnya.
- Fakta Menarik: Patung ini diukir langsung dari batuan dasar di dataran tinggi Giza dan pernah terkubur di dalam pasir hingga leher selama berabad-abad sebelum akhirnya diekskavasi sepenuhnya pada abad ke-20.

Museum Mesir (Kairo)
Museum ini menyimpan lebih dari 170.000 hingga 200.000 artefak, termasuk koleksi lengkap dari makam Raja Tutankhamun. Beberapa pameran utama yang dapat dilihat meliputi:
- Harta Karun Tutankhamun: Termasuk topeng emas dan sarkofagus emas yang terkenal.
- Mumi Kerajaan: Meskipun beberapa mumi telah dipindahkan ke Museum Nasional Peradaban Mesir (NMEC), banyak mumi dan sarkofagus masih dapat dilihat di sini.
- Patung dan Sarkofagus: Beragam patung rumit dan peti mati kuno dari berbagai periode sejarah Mesir.
- Artefak Sehari-hari: Termasuk perhiasan, keramik, instrumen medis, dan artefak perang kuno.
- Peninggalan Penting Lainnya: Artefak seperti papirus, jam air dan matahari, dan hieroglif juga dipamerkan.Â

Luxor dan Lembah Para Raja
Luxor, sering disebut sebagai “museum terbuka terbesar di dunia”, adalah kota di tepi Sungai Nil, Mesir, yang menjadi lokasi situs arkeologi terpenting dari Mesir Kuno. Di seberang Luxor modern, di tepi barat Sungai Nil, terdapat Lembah Para Raja, sebuah nekropolis kerajaan yang berfungsi sebagai tempat peristirahatan terakhir bagi para Firaun Kerajaan Baru.
Luxor
- Tepi Timur (East Bank):Â Area ini adalah pusat kota modern dan menampung beberapa kuil paling megah, termasuk:
- Kuil Luxor: Sebuah kompleks kuil kuno yang dibangun sekitar 1400 SM dan didedikasikan untuk dewa Amun, Mut, dan Khonsu.
- Kuil Karnak: Kompleks keagamaan terbesar di Mesir Kuno, dibangun selama periode 2000 tahun dan merupakan salah satu daya tarik utama di Luxor.
- Museum Luxor: Tempat penyimpanan artefak dan peninggalan Mesir kuno.
- Tepi Barat (West Bank):Â Area ini didominasi oleh nekropolis besar (kota orang mati) yang berfungsi sebagai situs pemakaman kerajaan dan bangsawan.Â
Lembah Para Raja
- Fungsi: Selama sekitar 500 tahun (dari abad ke-16 hingga ke-11 SM), lembah ini menjadi lokasi makam rahasia bagi para Firaun dan bangsawan yang berkuasa, untuk melindungi jasad dan harta karun mereka dari perampok makam.
- Penemuan Penting: Hingga saat ini, lebih dari 60 makam telah ditemukan di sini. Penemuan paling terkenal adalah makam Firaun Tutankhamun, yang merupakan satu-satunya makam kerajaan besar yang ditemukan sebagian besar dalam keadaan utuh, lengkap dengan harta karunnya.
- Struktur Makam: Banyak makam membentang ratusan kaki di bawah tanah, dengan koridor dan ruang pemakaman yang dihiasi lukisan dinding dan hieroglif yang masih terjaga warnanya hingga kini.
- Lembah Terkait: Di dekatnya juga terdapat Lembah Para Ratu (Valley of the Queens), tempat dimakamkannya para permaisuri dan anak-anak kerajaan.

Aswan dan Sungai Nil
Aswan adalah sebuah kota di Mesir selatan yang secara historis dan geografis terkait erat dengan Sungai Nil, terutama sebagai lokasi strategis di katarak pertama sungai tersebut dan tempat dibangunnya Bendungan Aswan yang ikonik.
Lokasi Geografis dan Sejarah
- Gerbang ke Nubia:Â Aswan, yang dulunya dikenal sebagai Swenett, adalah kota paling selatan di Mesir kuno dan berfungsi sebagai gerbang penting menuju wilayah Nubia di selatan, serta pusat perdagangan untuk barang-barang antara Mesir dan Afrika lainnya.
- Sumber Material Bangunan:Â Kota ini terkenal dengan tambang granit (syenit) berharganya, yang memasok bahan untuk obelisk, patung, dan kuil kolosal di seluruh Mesir kuno, termasuk yang ada di piramida.
- Pemandangan Alam:Â Aswan menawarkan pemandangan Sungai Nil yang indah dan unik, dengan pulau-pulau kecil seperti Pulau Philae dan suasana Nubia yang khas, menjadikannya tujuan wisata populer untuk berlayar dengan perahu felucca.Â
Peran Penting Bendungan Aswan
- Pengendalian Banjir dan Irigasi:Â Tujuan utama pembangunan bendungan ini adalah untuk mengendalikan banjir tahunan Sungai Nil yang merusak, menyediakan pasokan air irigasi yang stabil sepanjang tahun, dan melindungi masyarakat yang tinggal di dekat tepi sungai dari kekeringan.
- Pembangkit Listrik:Â Bendungan ini juga menghasilkan tenaga listrik tenaga air dalam jumlah besar, yang penting untuk industrialisasi Mesir.
- Danau Nasser:Â Pembangunan Bendungan Tinggi Aswan menciptakan Danau Nasser, salah satu danau buatan terbesar di dunia, yang membentang di belakang bendungan tersebut.
- Dampak Lingkungan:Â Meskipun memberikan manfaat ekonomi, bendungan ini juga memiliki dampak lingkungan, seperti menahan sedimen kaya nutrisi yang sebelumnya menyuburkan delta sungai secara alami, serta mengubah ekosistem lokal.Â
Sharm El-Sheikh dan Laut Merah
Sharm El-Sheikh adalah sebuah kota resor tepi pantai yang terletak di ujung selatan Semenanjung Sinai, Mesir, dan terkenal sebagai gerbang menuju Laut Merah. Kota ini adalah salah satu tujuan wisata selam skuba paling populer di dunia.
- Penyelaman dan Snorkeling:Â Laut Merah terkenal dengan airnya yang sangat jernih, terumbu karang yang menakjubkan, dan keanekaragaman hayati laut yang kaya. Kawasan ini menawarkan beberapa lokasi penyelaman terbaik di dunia, termasuk Situs Warisan Dunia UNESCO di Taman Nasional Ras Mohammed dan bangkai kapal SS Thistlegorm yang terkenal.
- Kehidupan Laut:Â Perairan di sekitar Sharm El-Sheikh dipenuhi dengan ribuan spesies ikan berwarna-warni, penyu, pari manta, hiu, dan formasi karang yang terpelihara dengan baik, menjadikannya surga bagi fotografer bawah air dan penggemar kehidupan laut.
- Iklim:Â Kota ini menikmati iklim gurun yang hangat dan kering sepanjang tahun, menjadikannya tujuan yang ideal untuk liburan musim dingin dan musim panas.
- Kegiatan Lainnya:Â Selain kegiatan berbasis air, pengunjung dapat menikmati safari gurun, menunggang unta, dan kunjungan ke situs keagamaan terdekat seperti Biara Saint Catherine dan Gunung Sinai.

Kuliner Favorit Mesir yang Wajib Dicoba
Koshari
- Koshari (atau Kushari) adalah hidangan nasional Mesir yang populer, terdiri dari campuran nasi, makaroni, dan lentil, disajikan dengan saus tomat cuka pedas, buncis (chickpeas), dan taburan bawang goreng renyah, menjadikannya makanan pokok yang mengenyangkan dan kaya karbohidrat dari berbagai sumber seperti nasi, pasta, dan kacang-kacangan, dengan sentuhan asam pedas yang khas dari cuka dan bawang putih.

Ful Medames
- Ful medames (atau foul mudammas) adalah hidangan tradisional Mesir yang terbuat dari kacang fava (kacang polong) yang dimasak perlahan dan disajikan dengan minyak zaitun, jintan, bawang putih, perasan lemon, peterseli, tomat, dan bumbu lainnya, sering dimakan sebagai sarapan atau hidangan utama dengan roti pita. Makanan pokok ini populer di seluruh Timur Tengah dan Afrika Utara, terutama Mesir, di mana ia dianggap sebagai makanan nasional dan sering disantap saat sahur atau berbuka puasa Ramadan.

Ta’ameya (Falafel Mesir)
- Ta’ameya (atau Tamiya) adalah versi Falafel khas Mesir yang dibuat dari kacang fava kering yang direndam, bukan buncis (chickpeas) seperti falafel di wilayah Arab lain, memberikannya rasa khas dan warna hijau cerah alami dari rempah-hewan seperti peterseli, ketumbar, dan daun bawang, lalu digoreng hingga renyah, sering disajikan dalam roti pita dengan saus tahini atau sebagai camilan.

Kebab dan Kofta Mesir
- Kebab dan Kofta Mesir adalah hidangan daging cincang berbumbu khas Timur Tengah, di mana Kofta (Kefta) merujuk pada daging giling (sapi/domba) yang dicampur rempah (bawang, peterseli, jintan, dll.) dan dibentuk seperti sosis atau patty, lalu dipanggang di tusuk sate atau wajan, sering disajikan dengan roti pita atau nasi dan saus seperti tahini atau toum. Sementara itu, Kebab dalam konteks lokal Mesir bisa berarti potongan daging marinasi yang dipanggang di tusuk sate, sedangkan kofta adalah istilah khusus untuk versi daging cincangnya, menjadikannya hidangan daging giling yang sangat populer di Mesir.

Molokhia
- Molokhia (atau Mulukhiyah) adalah sayuran berdaun hijau dari genus Corchorus, dikenal di Indonesia sebagai yute atau bayam Mesir, populer di Timur Tengah dan Afrika sebagai bahan sup kental berlendir seperti okra yang kaya nutrisi, sering dimasak dengan ayam atau daging, dan memiliki nama lain seperti Jute Mallow, Jew’s Mallow, atau Saluyot (Filipina). Sayuran ini memiliki sejarah panjang di Mesir Kuno, digunakan sebagai makanan pokok dan obat-obatan, serta memiliki ritual memasak tradisional yang unik.

Basbousa dan Kunafa
- Basbousa dan Kunafa adalah dua kue penutup (dessert) manis khas Timur Tengah yang populer, tapi berbeda bahan dasar dan teksturnya: Basbousa adalah kue lembut dari tepung semolina (gandum durum) yang disiram sirup, sering dihias kacang; sedangkan Kunafa adalah kue renyah dari adonan seperti mi tipis (kataifi), berisi keju meleleh atau kacang, juga disiram sirup. Keduanya sering disajikan saat Ramadan dan acara khusus, sering ditemukan bersamaan dalam aneka manisan Arab.

Tips Traveling ke Mesir
- Waktu Kunjungan Terbaik: Waktu terbaik untuk mengunjungi Mesir adalah antara bulan Oktober hingga April, saat cuaca tidak terlalu panas dan lebih nyaman untuk berwisata.
- Visa:Â Warga Negara Indonesia (WNI) wajib memiliki visa untuk masuk ke Mesir. Anda bisa mendapatkan visa kunjungan tunggal (sekitar USD 25) yang berlaku 90 hari atau visa kunjungan ganda (sekitar USD 60). Pastikan semua dokumen perjalanan Anda lengkap dan valid.
- Kesehatan:Â Pastikan Anda memiliki asuransi kesehatan perjalanan. Disarankan juga untuk menghindari air keran, es (kecuali dari air kemasan/saringan), dan susu/keju yang tidak dipasteurisasi untuk menghindari masalah pencernaan.
- Pakaian:Â Mesir memiliki iklim panas, jadi bawalah pakaian yang longgar dan berbahan ringan. Penting juga untuk membawa syal atau selendang untuk menutupi bahu dan kepala saat mengunjungi tempat-tempat keagamaan (masjid atau gereja) sebagai bentuk penghormatan terhadap adat istiadat setempat.
- Keamanan:Â Waspadai lingkungan sekitar, terutama di tempat keramaian, dan ikuti saran dari pihak berwenang setempat. Hindari perjalanan ke daerah perbatasan karena risiko keamanan yang lebih tinggi.
- Transportasi:Â Mesir memiliki berbagai moda transportasi seperti metro, bus, dan taksi. Untuk perjalanan jauh antar kota besar, penerbangan domestik atau kereta api bisa menjadi pilihan yang efisien. Jika menggunakan taksi, selalu sepakati tarif sebelum memulai perjalanan untuk menghindari kesalahpahaman.
- Mata Uang:Â Mata uang resmi adalah Pound Mesir (EGP). Siapkan mata uang lokal untuk kemudahan bertransaksi di pasar atau toko kecil.
- Itinerary:Â Buat rencana perjalanan yang sederhana dan terstruktur untuk memaksimalkan waktu Anda.
- Belanja Oleh-oleh:Â Batasi belanja oleh-oleh untuk menghemat biaya dan mengurangi beban barang bawaan.
- Durasi Ideal: Disarankan meluangkan waktu sekitar 10-12 hari untuk menikmati yang terbaik dari Mesir, mencakup rute dari Kairo ke Aswan dan berlayar di sepanjang Sungai Nil.Â
Kesimpulan
Wisata Mesir menghadirkan pengalaman perjalanan yang menyeluruh, 98toto memadukan pesona sejarah peradaban kuno, keindahan alam, serta kekayaan kuliner khas yang autentik. Dari destinasi favorit seperti Piramida Giza, Luxor, Sungai Nil, hingga Laut Merah, Mesir menawarkan beragam pilihan wisata yang mampu memuaskan pencinta sejarah, petualangan, maupun relaksasi.
Tak hanya itu, kuliner favorit Mesir seperti koshari, ful medames, ta’ameya, kebab, dan basbousa menjadi pelengkap sempurna dalam setiap perjalanan. Cita rasa sederhana namun khas mencerminkan budaya dan kehidupan masyarakat Mesir yang hangat dan bersahaja.
Dengan perencanaan yang tepat, traveling ke Mesir bukan sekadar liburan, melainkan perjalanan berharga untuk menyusuri jejak peradaban dunia sekaligus menikmati kelezatan kuliner Timur Tengah. Mesir layak menjadi destinasi impian bagi siapa pun yang ingin merasakan pengalaman wisata yang unik, berkesan, dan tak terlupakan.